Laman

Cari Blog Ini

Rabu, 13 Juli 2011

SOAL-JAWAB SEPUTAR LEMBAGA KEUANGAN LANGIT

UNEK-UNEK SEPUTAR LEMBAGA KEUANGAN LANGIT
1.    SOAL : Dewasa ini, seiring dengan bangkitnya semangat untuk menjalankan Islam secara kaffah, mendorong lahirnya lembaga keuangan syariah baik yang berupa bank maupun yang non-bank. Sementara itu, tingginya semangat keislaman yang dimiliki tidak sejalan dengan pemahaman akan Islam (sbg ajaran) itu sendiri. Sehingga masih banya khalayak yang menanyakan bahkan meragukan perbedaan antara lembaga keuangan konvensional dengan lembaga keuangan syariah. Bagaimana tanggapan anda untuk menjelaskan pertanyaan tsb?

Jarah wa ta'dil

JARAH WA TA'DIL
Oleh : Mustofa Khoyalim 

A.    Pendahuluan
Jumhur ulama’ sepakat bahwa hadits dalam hukum Islam merupakan sumber hukum kedua setelah Al Quran, oleh karenanya seorang muslim dituntut paling tidak  menguasai dan mempelajari hadits sebagai peninggalan Rasulullah SAW yang harus dijadikan pegangan setiap muslim dalam melangkah selain Al Quran.
Berbeda dengan Al Quran yang telah dijamin keotentikannya oleh Allah, seringkali keotentikan suatu hadits menjadi perdebatan panjang diantra para ulama’. Terkadang terhapat hadits yang dapat diterima oleh satu ulama dan ditolak oleh yang lainnya. Hal ini dikarenakan perbedaan mereka didalam melakukan penelusuran terhadap suatu hadits tersebut.

Kamis, 26 Mei 2011

Embrional Lembaga Keuangan Islam

BAITUL MAL MASA KHOLAFAUR RASYIDIN 
oleh : Mustofa Anwar
A.      Pendahuluan
Memperbincangkan masalah ekonomi, serasa tiada habisnya. Termasuk ketika memperbincangkan masalah ekonomi Islam. Meski terkesan terlambat (dibandingkan dengan sistem ekonomi lain : sosialis, liberalis maupun kemakmuran). Namun, sesungguhnya sistem ekonomi Islam (berlandaskan norma dan etika Tuhaniyah) telah lama dipraktekkan dalam keseharian umat Islam.
Diantaranya yaitu, adanya baitul mal[1] pada masa awal Islam (masa Rasul saw) dapat dikatakan sebagai embrional lahirnya Lembaga Keuangan pada jaman ini. Jika pada masa Rasul saw baitul mal sebagai satu-satunya lembaga keuangan yang ada pada masa itu lahir dan dilator belakangi oleh adanya motif social spiritual. Namun, dalam perkembangannya untuk memenuhi “hasrat” manusia yang tidak pernah terpuaskan, fungsi dan motif lembaga keuangan mengalami perubahan yang semula berorientasi pada social spiritual menjadi profit oriented dan mengenyampingkan sisi-sisi social spiritual-nya.